ANALISIS PENGARUH PERAN ORANG TUA DAN GURU UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI ANAK
DOI:
https://doi.org/10.0905.vol2iss1no06pp38Keywords:
Literasi Anak, Pendidikan Anak, Era DigitalAbstract
Literasi merupakan fondasi penting dalam perkembangan intelektual dan emosional anak yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat dominan karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Orang tua dapat menanamkan kebiasaan literasi melalui kegiatan sederhana seperti membacakan cerita atau menyediakan bahan bacaan bergambar yang sesuai usia dan minat anak. Aktivitas ini tidak hanya memperkenalkan anak pada dunia bacaan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua. Namun demikian, peran guru di sekolah juga tak kalah penting. Guru memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pengarah dalam aktivitas literasi anak. Dengan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, guru dapat membantu menumbuhkan minat baca serta kemampuan berpikir kritis siswaLiterasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi mencakup pemahaman, interpretasi, dan aplikasi informasi dalam berbagai konteks kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara lingkungan keluarga dan sekolah dalam membentuk budaya literasi sejak dini. Peningkatan kemampuan literasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan memberikan dampak jangka panjang dalam membangun generasi yang literat, kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital yang penuh dengan arus informasi. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan literasi anak sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif dua unsur utama, yakni orang tua dan guru, dalam lingkungan keseharian anak.