Peningkatan Keterampilan Apresiasi Sastra Melalui Pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dengan Metode Musikalisasi Puisi Kontemporer pada Siswa Kelas XI SMA
Kata Kunci:
Pendampingan PkM, Student-Centered Learning, Musikalisasi Puisi Kontemporer, Apresiasi Sastra, Siswa SMAAbstrak
Rendahnya keterampilan apresiasi sastra, khususnya pada materi puisi, menjadi persoalan mendasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Siswa sering memandang puisi sebagai karya yang abstrak, kaku, dan sulit dipahami, yang diperparah oleh metode pengajaran guru yang masih bersifat searah dan teoretis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk pendampingan ini bertujuan meningkatkan keterampilan apresiasi sastra puisi siswa kelas XI melalui implementasi pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dengan metode musikalisasi puisi kontemporer. Mitra pengabdian melibatkan 30 orang guru Bahasa Indonesia beserta perwakilan siswa kelas XI pada wilayah sekolah binaan di Kota Medan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif-transformatif yang terstruktur dalam empat tahapan utama, yaitu sosialisasi dan pemetaan permasalahan mitra, pelatihan aransemen musik dasar dan interpretasi makna puisi kontemporer, pendampingan klinis penciptaan serta unjuk performa musikalisasi, serta evaluasi dan diseminasi panggung ekspresi sastra. Pengumpulan data menggunakan instrumen nontes berupa lembar unjuk kerja apresiasi pada aspek penghayatan, vokal, aransemen musik, dan keselarasan performa, angket minat sastra, serta lembar observasi aktivitas. Hasil PkM menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pedagogik-praktis guru dalam mengelola kelas sastra berbasis SCL. Skor rata-rata kompetensi guru meningkat dari 62,40 kategori cukup menjadi 87,50 kategori sangat baik. Dampak langsung pada siswa menunjukkan peningkatan keterampilan apresiasi sastra puisi secara klasikal dari 36,67% pada kondisi awal menjadi 86,67% pasca-kegiatan. Pemanfaatan musikalisasi puisi kontemporer terbukti efektif mereduksi resistensi kognitif siswa, mengembangkan kecerdasan musikal-kinestetik, serta menciptakan iklim kelas yang merdeka, kolaboratif, dan humanis. Dengan demikian, program ini layak direkomendasikan untuk diadopsi secara lebih luas guna merevitalisasi pembelajaran sastra di sekolah.

